Sabtu, 31 Desember 2016

Dua Sisi Yang Berbeda


Dua sisi yang berbeda. Yang satu keras, kokoh dan warnanya hitam (Batu) yang satunya lembut, rapuh dan berwarna putih (Kabut), namun keduanya mampu bersatu menciptakan pemandangan indah dipandang.

Seperti itulah sejatinya dua insan yang berpasangan. tak ada yang merasa lebih karena keduanya sama-sama melengkapi sebaliknya tak ada yang kekurangan karena masing-masing punya keindahan.

Andai wanita bisa seperti kabut, dimana pun dia hinggap, keindahan dan kesejukan selalu  ia berikan. Tapi sayang kadang mereka pemilih.

Rabu, 02 November 2016

Mengapa Perlu Ketahanan Pangan?

Melalui seminar Hari Pangan Dunia yang jatuh pada tanggal 16 Oktober dan Hari Air yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Katalis Indonesia, sebuah pengetahuan baru kemudian saya dapatkan yang seakan membuka cakrawala berpikir baru.

Diskusi Publik berlangsung selama Dua jam tersebut cukup menarik dengan konsep diskusi yang santai, dengan mengambil subtopik ‘Ketahanan Pangan Yang Berkelanjutan’.

Dangkal pengetahuan awal tentang ketahanan pangan, membuat saya bertanya-tanya,  Apa perlunya ketahanan pangan?

Saya pun Bagaikan mesin pencari google yang ditempatkan di jaringan wifi super kencang alias begitu bersemangat menemukan informasi baru. Betul juga, kala itu sebelum seminar dimulai saya terlebih dahulu membuka mesin pencari google, dan terbitlah sebuah artikel awal dari Wikipedia, menjelaskan ketahanan pangan merupakan ketersediaan pangan dan kemampuan seseorang untuk mengaksesnya.
Kedua pemateri bergantian membahas dua pokok bahasan yaitu air dan pangan dalam makalah yang dibagikan kepada peserta diskusi kala itu. sesekali saya termenung, namun tak jarang menggelengkan kepala tatkala fenomena-fenomena negatif yang tidak kita sadari ternyata ada di dalam kehidupan sehari-hari.

Pemateri betul-betul mengupas secara umum kondisi ketahanan pangan di negeri ini mulai dari level nasional hingga skala pedesaan, hingga mengalir  ke dampak yang di timbulkan. Di situlah kemudian saya memahami perlunya usaha mempertahankan kebutuhan pangan, baik dalam skala rumah tangga hingga nasional. Meski kita melihat setiap harinya berbagai macam bahan makanan maupun produk olahan pangan tersedia di pasar-pasar tradisional dan supermarket, tapi ternyata masih perlu usaha ekstra untuk menjaga ketersedian.  Olehnya melalui sekitar beberapa tahun lalu dibentuklah Badan Ketahanan Pangan Republik Indonesia di bawah Kementrian Pertanian RI.
Setidaknya ada beberapa pesan yang saya dapat:

Pertama: kita semua harus tau, bumi ini pernah mengalami krisis pangan luar biasa besar, namun Indonesia bebas dari itu. karena kenapa? Karena Cuma di negara ini walau tidak ada si 4 sehat 5 sempurna, warga negara kita tetap bisa hidup sehat berkat adanya makanan-makanan tradisional yang gizinya cukup walau tidak masuk kedalam bahan pangan yang pokok. Seperti makanan khas bugis Kapurung, Barobbo atau bubur jagung dan ribuan makanan daerah lainnya.

Kedua: Produksi pangan tiap tahunnya rupanya mampu melebihi kebutuhan pangan 240 juta jiwa penduduk Indonesia. Namun, tahukah kita bahwa besarnya produksi pangan ini ternyata masih membuat negara kita harus merogoh devisa negara untuk impor beras dan pangan lainnya dari negara tetangga. Kenapa? Menurut pemateri  dari sekian banyak produksi pangan utamanya beras di Indonesia nyatanya tak sepenuhnya menjadi milik negara atau dibeli negara untuk memenuhi kebutuhan pangan seluruh penduduknya, disinyalir ini terjadi karena sebagian besar produk pangan justru jatuh di tangan para pedagang lokal yang membeli dari petani dengan harga mahal, hal inilah kemudian menimbulkan kesenjangan ekonomi yang mengharuskan petani lebih memilih menjual hasil pertaniannya dari pada menjual ke pemerintah yang nyatanya membeli dengan harga murah.

Ketiga: Meski kita ketahui lahan produksi pangan luas, nyatanya sudah tidak demikian. Karena banyaknya alih fungsi lahan pertanian yang tiap tahunnya selalu mengalami peningkatan. Jika dibiarkan lama-kelamaan negara ini akan semakin dimiskinkan oleh kegiatan impor pangan saja.

Keempat: Indonesia adalah negara maritim yang notabene memiliki hasil laut berupa ikan yang sangat berlimpah sebagai cadangan pangan terbesar kita.

Kelima: Katanya kita harus senantiasa belajar dan terus belajar, beranilah untuk tidak mencari kerja tapi berusaha membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.

Selasa, 01 November 2016

Menyaksikan Si Kabut-Kabut Putih

Jumat 28 Oktober 2016 sebuah perjalanan di Peringatan Hari Sumpah Pemuda kembali mengingatkan diriku pada kerinduan tanah kelahiran. Tak sendiri, kali ini terasa berbeda dengan edisi sebelum-sebelumnya, berkat kehadiran dua teman yang sudah sedari dulu selalu ingin menginjakkan kakinya di Bumi Panrita Kitta, Kabupaten Sinjai.

Tepat jam 14:00 WITA, tiga motor Jenis Bebek berjalan menembus hujan menuju arah Kabupaten Gowa. Perjalanan pulang kali ini saya memilih jalur Malino untuk tembus ke Sinjai.

Perlahan hujan yang mengguyur perjalanan kami seakan memperbesar frekwensinya, alhasil kami pun tak dapat menambah tarikan gas namun mengencangkan balutan jas hujan di tubuh.

Satu jam lebih berlalu, kami sampai di Objek Wisata Hutan Pinus Malino, cuaca berbeda kami rasakan karena hujan telah reda. Yang ada adalah paparan sinar matahari, tapi tak mampu mengalahkan suhu dingin dan kesejukan hutan Pinus di area tersebut.

Rehat sejenak, perjalanan kembali dilanjutkan. Kali ini melewati lembah menanjak dengan sisi jalan bertepikan pohon-pohon Pinus yang lebat, setelahnya pemukiman penduduk yang sudah meramai. Para petani sayur berjalan beriringan, entah itu beranjak ke kebun ataukah kembali dari kebunnya. Juga terdapat banyak mobil-mobil yang sudah penuh karung-karung. Disinilah asal bahan-bahan sayuran yang kemudian di jual keberbagai daerah yang ada di Sulawasi Selatan, terlihat banyaknya lahan yang mirip area persawahan, namun yang di tanam adalah jenis sawi, kol, tomat, aneka bawang dan juga buah-buahan.

Lanjut cerita, jalur Gowa-Sinjai ini kian mendapat perhatian pemerintah di kedua wilayah tersebut, salah satunya perbaikan jalur yang relatif pendek di daerah perbatasan kedua daerah. Perjalanan kami pun semakin dipersingkat dengan adanya jalur alternatif ini.

Di tengah perjalanan, sesekali mata ini tak sanggup berkedip menyaksikan dari kejauhan gumpalan kabut berwarna putih perlahan menyelimuti pepohonan dan tampak menutupi rumah-rumah penduduk. Rasanya ingin segera menghampirinya. Dalam benak Sungguh Indah dan sepatutnya rasa syukur atas ciptaan Yang Maha Kuasa.

Tak lama kemudian jarak pandang kedepan menjadi kabur, perlahan semakin kabur. Hanya kisaran 3-5 meter saja. Melihatnya begitu halus, warnanya putih, dan tak ada kepulan pekat seperti asap biasanya.

Suhu dingin yang diberikan seakan menyentuh kehidupan-kehidupan di dalamnya. pepohonan, burung-burung, hingga rerumputan seakan semuanya merasakan kesejukan yang di berikan Si kabut-kabut putih. begitu aku menyebutnya.

Kejadian seperti ini biasanya tak berlangsung lama, hanya hitungan menit kabut-kabut putih itu mulai beranjak naik atau bergeser oleh hembusan angin. Namun kami tak mau melewatkan momen ini, sesekali kami berhenti untuk mengambil potret.



Berfoto bersama atau hanya mengambil gambar pemandangan saja berulang kali kami lakukan. 5-10 jepretan rasanya tak cukup untuk momen menarik itu. kami pun melepas kelengkapan berkendara seperti jaket dan helm untuk sejenak menyaksikan si kabut-kabut putih datang dan pergi menutupi lereng-lereng pegunungan. Pemandangan indah ini rupanya juga membuat pemudik-pemudik lainnya yang juga satu tujuan ikut rehat sejenak, sembari menikmati kesejukan.

Tak hanya itu, jika musim penghujan tiba. Jalur ini juga memiliki banyak air terjun di pinggir jalan yang juga tak kalah indahnya. Tetapi biasanya air yang jatuh dari tebing-tebing tersebut baru akan deras dan besar selepas hujan.


Tak lama, perjalanan kami lanjutkan hingga tiba di tempat tujuan dengan selamat, tepatnya di Kecamatan Sinjai Selatan Kabupaten Sinjai. Tanah yang selalu mengingatkan kerinduan kepada para perantau-perantau yang lahir di atasnya.

Minggu, 23 Oktober 2016

Jangan Menolak

Bapak BUMN ke-7 Indonesia, Dahlan Iskan, punya kata bijak. "Habiskan jatah gagalmu selagi kamu masih muda."karena tiap manusia punya jatah gagal.

Maka si penulis pun punya kata-kata yang hampir serupa.

"Jangan terlalu sering menolak sesuatu, karena manusia punya kuota untuk menolak." Jika telah habis kuotamu, kamu pun tak akan dapat lagi giliran menolak, bahkan yang akan di tolak pun sudah tidak datang lagi.

Silahkan di terjemahkan sendiri, karena antara penulis dan pembaca punya devenisi dan cara penafsiran tersendiri. Hal ini bisa berlaku pada rejeki dan jodoh. Misalkan, seseorang memberimu uang namun kamu tolak, atau seseorang melamar kamu tapi di tolak jg. Itu Cuma perumpama, yang jelas jangan keseringan menolak selagi itu baik dan halal.

Senin, 10 Oktober 2016

Bilic di Awal Gerak Roda Lokomotifnya


Biology Literation Community (BILIC) merupakan Komunitas yang bergerak di bidang literasi  yang berada di bawah naungan jurusan biologi, dengan tujuan sebagai penyedia buku bacaan dan informasi bagi warga biologi. Di mulai pada tanggal 29 Maret 2014 berdasarkan keputusan dari semua ketua tingkat di jurusan Biologi angkatan 2013 di bawah bimbingan bidang V Himabio, Bidang Advokasi, sepakat membentuk sebuah wadah baru bagi warga biologi untuk menyalurkan kreativitas mereka dibidang literasi, yang diberi nama Taman Baca Biologi (TBB).

Dengan menggagas kegiatan taman baca seminggu sekali. Lalu di tanggal 25 Juni 2014 melalui beberapa pertimbangan dari pengurus sementara dan bidang V Himpunan Mahasiswa Biologi (Himabio) FMIPA UNM, Taman Baca Biologi berubah nama menjadi Biology Literation Community di singkat BILIC. Hal ini merupakan nama usulan dari salah satu pengurus sementara kala itu, Murni. Hal ini di maksudkan agar kegiatan ini betul-betul menjadi suatu komunitas yang lebih mengarah pada bidang lieterasi.

Sejarah barupun lahir di tengah-terngah civitas akademika Biologi, dengan terbentuknya suatu komunitas yang bergerak di bidang literasi, sangat diharapkan mampu menjadi lokomotif penggerak budaya baca, sebagai bagian dari revolusi mental yang kian di gebu-gebukan.
Kominitas ini mulai memutar roda lokomotifnya dengan melakukan berbagai kajian dengan mendatangkan pemetari-pemateri dari ruang lingkup biologi maupun dari luar kampus. Di bawah bimbingan bidang V Himabio setelah beberapa hari berjalan mulailah di struktur kepengurusan di rapat akbar kepengurusan di kantin FMIPA, dengan menetapkan Ahmad Setiawan Jarigau (Biologi ICP 2013) sebagai ketua umum kala itu, serta di bantu Suhardani Taufiq (Biologi Sains 2013) sebagai sekretaris, Hilmiah (Biologi Sains 2013) sebagai bendahara.

Lalu dibentuk tiga devisi, yaitu kajian yang di isi oleh: Anta Faizin, Rijal Ashari, Dwi Haevawanti, dan Andi Dita Tawakkal Gau, serta Devisi Karya Cipta oleh: Murni, Miswar, Lily Setiawati, Hasriana, dan Devisi Wisata Literasi oleh Abdul Jalil, Mauliani, dan Nur Alvia. sementara yang mengisi bagian IT adalah Nur Asma
Di awal kerja sebagai wadah baru di biologi lantas tak membuat segalahnya berjalan sesuai harapan. Karena mendirikan sebuah komunitas rupanya tak semuda menjalankan komunitas yang sudah ada sebelumnya. Setelah tiga bulan berjalan mulailah beberapa program kerja yang terlaksana yaitu Quote of the week, pengadaan buku Binomial nomenclature untuk mahasiswa baru, aktif mengikuti wisata literasi dan mengadakan kajian dengan pemateri yang handal di bidangnya.

Namun lagi-lagi semangat literasi yang di miliki oleh para pengurus perlahan mulai luruh, dikarenakan berbagai alasan seperti banyaknya tugas kuliah dan kegiatan di jurusan Biologi yang mengharuskan mereka harus aktif didalamnya. rapat pun beberapa kali di lakukan namun hasil tetap sama karena masi abu-abunya teman-teman pengurus untuk membesarkan komunitas ini.

Pada tanggal 20 Oktober 2014 kegiatan basar tahunan di jurusan Biologi dilaksanakan yaitu Biology Open Day (BODY). Dan kesempatan besar pun diambil dengan bekerja sama dengan salah satu badan penerbit, Mizan untuk mengadakan bazar buku dan taman baca. Ternyata respon pengunjung body Kala itu sangat bagus dengan adanya kegiatan yang mereka lakukan, terbukti dengan banyaknya pengunjung yang datang di stand, membeli bukumaupun sekedar membaca buku.

Tanggal 23 Oktober di tahun yang sama pengurus kembali mengadakan rapat evaluasi, sekaligus pemantapan program kerja dengan tujuan-tujuan yang jelas pada setiap keputusannya, lalu setelahnya mulailah rapat pembentukan logo komunitas pada bula Juni 2014 dan di pilihlah logo usulan saudara Miswar untuk logo Bilic hingga sekarang.

Sabtu, 08 Oktober 2016

Tulislah Skenario Mimpimu

( Ilustrasi. Foto: Int)
Kata bijak mengatakan, “Jika harapan seluas mata memandang, maka tekad dan usaha haruslah seluas jagat raya”. Namun tahukah kita apa sebenarnya harapan itu dan apa bedanya dengan mimpi. Mari kita kupas secara singkat.

Beberapa pengertian menerjemahkan bahwa mimpi adalah suatu harapan atau angan yang biasa terjadi pada saat kita tertidur dalam arti tidak sadar, juga banyak menyebutnya bunga tidur. Sedangkan harapan itu adalah suatu angan kita secara sadar.

Setiap manusia yang lahir di bumi pasti memiliki mimpi atau harapan yang ingin dicapai, begitupula dengan saya. Mimpi itu biasanya di tulis ataupun cuma ada dalam imajinasi. Namun kita pasti mengetahui jika ingin meraih apa yang kita harapkan tersebut tidaklah selalu mudah, melainkan ada proses yang kadangkalah seperti jalanan yang menanjak ada pula yang seperti jalur pendek dengan penurunan.

Namun sebagai umat Islam haruslah kita percaya pada Al-qur'an dan hadis yang jelas menerangkan, tidak ada hal yang sulit selagi umat itu mau berusaha dan setelah berusaha mereka kembalikan lagi kepada tuhan pencipta, tempat bergantungnya segala mahluk di bumi dan  penentu segalanya.

Saya menulis bukanlah karena pintar atau pun sesuatu yang besar pernah terjadi dalam hidup saya, melainkan saya adalah pemimpi, kita adalah sang pemimpi, dan pencari harapan.

Memang cita-cita, mimpi-mimpi atau harapan semuanya tidaklah mudah, namun  kesemua itu tidak akan dibatasi oleh waktu dan jarak. Artinya jika berusaha pastilah kita akan mendapatkan entah di waktu cepat atau lambat serta biasa di tempat mana saja. Jikalau pun di dunia kita tidak dapatkan maka tuhan juga telah menjanjikan kita akhirat, toh hidup di dunia itu cuma sementara dan akhirat selamanya.

Betul kata pepatah, “Gantungkan cita-citamu setinggi langit”, karena jika cita-cita hanya setinggi langit-langit maka kita mungkin cukup memanjat dinding, cita-cita itupun sudah bisa diraih. Olehnya jika menggantungkannya di langit maka seperti yang saya katakan sebelumnya, jika harapan sejauh mata memandang hingga jauh di langit ke Tujuh maka tekad dan usaha haruslah seluas jagad raya. Artinya jika cita-citamu setinggi langit maka kerja dan motivasi harus lebih keras.

Setiap manusia pasti punya cita-cita atau mimpi terbesar yang harus di wujudkan, yang tentunya tak cuma sekedar ada dalam khayalan. Tapi untuk mendapatkannya ada proses yang harus terealisasikan, proses yang kita lihat, kita raba serta kita rasakan pahit dan manisnya.

Beberapa orang biasanya menuliskan mimpi-mimpinya.Dan tahuka kita, sebahagian orang-orang sukses rupanya menulis mimpi mereka di sebuah buku, mereka mengurutkan mimpi-mimpi itu mulai dari yang pertama ingin mereka capai hingga yang paling besar dalam kehidupan mereka. Sebuah artikel menjelaskan. Jika kita menulis mimpi kita, sebenarnya kita telah membuat perencanaan atau skenario awal untuk apa yang kita ingin capai. Tanpa  kita sadari apa yang di tulis tersebut akan menjadi tugas hidup, sehingga menjadi amanah tersendiri dalam hidup kita. Itu akan sangat memotivasi untuk segera action mencentang mimpi-mimpi itu.

Iwel Sastra dalam bukunya Motivaction, mengibaratkan skenario mimpi yang di tulis layaknya skenario film yang akan dimainkan. Dia menjelaskan bahwa ruh dari sebuah film ada pada skenarionya. Jadi seorang sutradara bebas menulis skenario cerita tanpa batasan. Itulah kekuatan skenario, kita bisa menulis apa saja yang kita inginkan. Kitapun juga bias menjadi seorang sutradara atau penulis skenario dalam hidup kita, utamanya dalam mimpi-mimpi kita. Tetapi dalam mimpi yang kita tulis, kita adalah pemain, sutradara juga sekaligus produsernya.


Seperti itulah mimpi dan harapan, kita bisa berkhayal seluas mata memandang. Maka tulislah mimpi-mimpimu, karena secara tidak sadar itu adalah bagian dari doa, lebih tepatnya doa yang tertulis. Bukankah manusia adalah perencana tuhan sang penentu? 

Senin, 03 Oktober 2016

Biology Open Day (BODY).What is that?

(Pembukaan Body 2015)
Biology Open Day (BODY) merupakan program kerja tahunan dari Himpunan Mahasiswa Biologi (Himabio) Universitas Negeri Makassar (UNM), yang bergerak di bidang olimpiade Biologi dan Sains. Mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), hingga ditingkat Universitas.

Kegiata ini terlaksana sebagai wujud kepedulian terhadap dunia pendidikan dan untuk membuka atau memperkenalkan jurusan biologi kepada masyarakat umum dalam bentuk lomba, pameran serta pelatihan, menjadi latar belakang terlaksananya kegiatan tersebut.

Kegiatan Biology Open Day biasanya dilaksanakan antara bulan September dan Oktober, yang bertempat di Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNM.

Ketua jurusan Biologi FMIPA UNM, Musawwir Taiyyeb menjelaskan bahwa BODY pada awal pelaksanaanya bernama Biology Fair di tahun 1992, hingga berganti nama sekitar tahun 2002 menjadi Biology Open Day sampai sekarang.

Biology Fair kala itu hanya berisikan lomba cerdas cermat SD, SMP, SMA dan pameran pendidikan, namun seiring dengan perubahan nama menjadi BODY, paket lombanya bertambah, beberapa diantaranya Bio-Recycle, Story Talling, English debate, KTI, Journalist competition, Kesenian serta banyak lainnya. 

Lanjutnya, beliau menambahkan bahwa Tujuan BODY bisa dilihat dari makna kata Body yang merupakan tubuh, sehingga ada suatu hari dimana jurusan Biologi membuka diri terhadap masyarakat luas, kemudian bagaimana masyarakat dapat melihat kegiatan di jurusan Biologi, "Bagi orang tua mahasiswa bisa melihat seperti inilah Biologi, bisa kenal dosennya, dan tahu tempatnya,"Lanjutnya.

Untuk kata BODY sendiri, Dosen ahli gizi tersebut mengungkapkan, pertama kali tertarik dengan kata BODY ketika mengikuti kegiatan yang mengambil nama Open Day di La Trobe University Australia. "Saya pernah ikut kegiatannya namanya Open Day, yang merupakan kegiatan seni, olahraga, yang dilaksanakan oleh mahasiswa, dari situ saya coba mengusulkan ke pengurus himpunan untuk menganti nama Biology Fair dengan Biology Open Day sampai sekarang," Tambahnya.

(Ramainya suasana pembukaan 2015)
Sejak berganti nama 15 tahun silam, Kegiatana tahunan ini selalu mengalami peningkatan dari tiap pelaksanannnya, terbukti dari bertambahnya paket lomba serta animo peserta yang selalu mengalami peningkatan. Pada pegelaran BODY di tahun 2015 lalu, pesertanya mencapain Seribu pendaftar yang berasal dari sekolah-sekolah se Sulselbar. Untuk tema kegiatan,panitia pelaksana yang juga tak lain adalah mahasiswa aktif di jurusan biologi selalu menyuguhkan konsep kegiatan yang berbeda ditiap pelaksanaanya. 
Sehingga tak hanya berfokus pada kegiatan olimpiade, panitia pun menyiapkan berbagai stand atau booth menarik yang memanjaakan pesertanya, seperti stand berbagai komunitas kreatif,  pendidikan, sains, aneka jajanan serta tak ketinggalan stand dari sponsor kegiatan. Untuk kedepannya kegiatan ini diharapkan dosen-dosen di biologi dapat memamerkan karyanya, bukan hanya mahasiswa. Terutama di bidang penelitian.

Dan kini Biology Open Day kembali akan di helat tanggal 19-23 Oktober 2016 
Untuk info pendaftaran silahkan buka: http://himabiofmipaunm.org/