Minggu, 23 Oktober 2016

Jangan Menolak

Bapak BUMN ke-7 Indonesia, Dahlan Iskan, punya kata bijak. "Habiskan jatah gagalmu selagi kamu masih muda."karena tiap manusia punya jatah gagal.

Maka si penulis pun punya kata-kata yang hampir serupa.

"Jangan terlalu sering menolak sesuatu, karena manusia punya kuota untuk menolak." Jika telah habis kuotamu, kamu pun tak akan dapat lagi giliran menolak, bahkan yang akan di tolak pun sudah tidak datang lagi.

Silahkan di terjemahkan sendiri, karena antara penulis dan pembaca punya devenisi dan cara penafsiran tersendiri. Hal ini bisa berlaku pada rejeki dan jodoh. Misalkan, seseorang memberimu uang namun kamu tolak, atau seseorang melamar kamu tapi di tolak jg. Itu Cuma perumpama, yang jelas jangan keseringan menolak selagi itu baik dan halal.

Senin, 10 Oktober 2016

Bilic di Awal Gerak Roda Lokomotifnya


Biology Literation Community (BILIC) merupakan Komunitas yang bergerak di bidang literasi  yang berada di bawah naungan jurusan biologi, dengan tujuan sebagai penyedia buku bacaan dan informasi bagi warga biologi. Di mulai pada tanggal 29 Maret 2014 berdasarkan keputusan dari semua ketua tingkat di jurusan Biologi angkatan 2013 di bawah bimbingan bidang V Himabio, Bidang Advokasi, sepakat membentuk sebuah wadah baru bagi warga biologi untuk menyalurkan kreativitas mereka dibidang literasi, yang diberi nama Taman Baca Biologi (TBB).

Dengan menggagas kegiatan taman baca seminggu sekali. Lalu di tanggal 25 Juni 2014 melalui beberapa pertimbangan dari pengurus sementara dan bidang V Himpunan Mahasiswa Biologi (Himabio) FMIPA UNM, Taman Baca Biologi berubah nama menjadi Biology Literation Community di singkat BILIC. Hal ini merupakan nama usulan dari salah satu pengurus sementara kala itu, Murni. Hal ini di maksudkan agar kegiatan ini betul-betul menjadi suatu komunitas yang lebih mengarah pada bidang lieterasi.

Sejarah barupun lahir di tengah-terngah civitas akademika Biologi, dengan terbentuknya suatu komunitas yang bergerak di bidang literasi, sangat diharapkan mampu menjadi lokomotif penggerak budaya baca, sebagai bagian dari revolusi mental yang kian di gebu-gebukan.
Kominitas ini mulai memutar roda lokomotifnya dengan melakukan berbagai kajian dengan mendatangkan pemetari-pemateri dari ruang lingkup biologi maupun dari luar kampus. Di bawah bimbingan bidang V Himabio setelah beberapa hari berjalan mulailah di struktur kepengurusan di rapat akbar kepengurusan di kantin FMIPA, dengan menetapkan Ahmad Setiawan Jarigau (Biologi ICP 2013) sebagai ketua umum kala itu, serta di bantu Suhardani Taufiq (Biologi Sains 2013) sebagai sekretaris, Hilmiah (Biologi Sains 2013) sebagai bendahara.

Lalu dibentuk tiga devisi, yaitu kajian yang di isi oleh: Anta Faizin, Rijal Ashari, Dwi Haevawanti, dan Andi Dita Tawakkal Gau, serta Devisi Karya Cipta oleh: Murni, Miswar, Lily Setiawati, Hasriana, dan Devisi Wisata Literasi oleh Abdul Jalil, Mauliani, dan Nur Alvia. sementara yang mengisi bagian IT adalah Nur Asma
Di awal kerja sebagai wadah baru di biologi lantas tak membuat segalahnya berjalan sesuai harapan. Karena mendirikan sebuah komunitas rupanya tak semuda menjalankan komunitas yang sudah ada sebelumnya. Setelah tiga bulan berjalan mulailah beberapa program kerja yang terlaksana yaitu Quote of the week, pengadaan buku Binomial nomenclature untuk mahasiswa baru, aktif mengikuti wisata literasi dan mengadakan kajian dengan pemateri yang handal di bidangnya.

Namun lagi-lagi semangat literasi yang di miliki oleh para pengurus perlahan mulai luruh, dikarenakan berbagai alasan seperti banyaknya tugas kuliah dan kegiatan di jurusan Biologi yang mengharuskan mereka harus aktif didalamnya. rapat pun beberapa kali di lakukan namun hasil tetap sama karena masi abu-abunya teman-teman pengurus untuk membesarkan komunitas ini.

Pada tanggal 20 Oktober 2014 kegiatan basar tahunan di jurusan Biologi dilaksanakan yaitu Biology Open Day (BODY). Dan kesempatan besar pun diambil dengan bekerja sama dengan salah satu badan penerbit, Mizan untuk mengadakan bazar buku dan taman baca. Ternyata respon pengunjung body Kala itu sangat bagus dengan adanya kegiatan yang mereka lakukan, terbukti dengan banyaknya pengunjung yang datang di stand, membeli bukumaupun sekedar membaca buku.

Tanggal 23 Oktober di tahun yang sama pengurus kembali mengadakan rapat evaluasi, sekaligus pemantapan program kerja dengan tujuan-tujuan yang jelas pada setiap keputusannya, lalu setelahnya mulailah rapat pembentukan logo komunitas pada bula Juni 2014 dan di pilihlah logo usulan saudara Miswar untuk logo Bilic hingga sekarang.

Sabtu, 08 Oktober 2016

Tulislah Skenario Mimpimu

( Ilustrasi. Foto: Int)
Kata bijak mengatakan, “Jika harapan seluas mata memandang, maka tekad dan usaha haruslah seluas jagat raya”. Namun tahukah kita apa sebenarnya harapan itu dan apa bedanya dengan mimpi. Mari kita kupas secara singkat.

Beberapa pengertian menerjemahkan bahwa mimpi adalah suatu harapan atau angan yang biasa terjadi pada saat kita tertidur dalam arti tidak sadar, juga banyak menyebutnya bunga tidur. Sedangkan harapan itu adalah suatu angan kita secara sadar.

Setiap manusia yang lahir di bumi pasti memiliki mimpi atau harapan yang ingin dicapai, begitupula dengan saya. Mimpi itu biasanya di tulis ataupun cuma ada dalam imajinasi. Namun kita pasti mengetahui jika ingin meraih apa yang kita harapkan tersebut tidaklah selalu mudah, melainkan ada proses yang kadangkalah seperti jalanan yang menanjak ada pula yang seperti jalur pendek dengan penurunan.

Namun sebagai umat Islam haruslah kita percaya pada Al-qur'an dan hadis yang jelas menerangkan, tidak ada hal yang sulit selagi umat itu mau berusaha dan setelah berusaha mereka kembalikan lagi kepada tuhan pencipta, tempat bergantungnya segala mahluk di bumi dan  penentu segalanya.

Saya menulis bukanlah karena pintar atau pun sesuatu yang besar pernah terjadi dalam hidup saya, melainkan saya adalah pemimpi, kita adalah sang pemimpi, dan pencari harapan.

Memang cita-cita, mimpi-mimpi atau harapan semuanya tidaklah mudah, namun  kesemua itu tidak akan dibatasi oleh waktu dan jarak. Artinya jika berusaha pastilah kita akan mendapatkan entah di waktu cepat atau lambat serta biasa di tempat mana saja. Jikalau pun di dunia kita tidak dapatkan maka tuhan juga telah menjanjikan kita akhirat, toh hidup di dunia itu cuma sementara dan akhirat selamanya.

Betul kata pepatah, “Gantungkan cita-citamu setinggi langit”, karena jika cita-cita hanya setinggi langit-langit maka kita mungkin cukup memanjat dinding, cita-cita itupun sudah bisa diraih. Olehnya jika menggantungkannya di langit maka seperti yang saya katakan sebelumnya, jika harapan sejauh mata memandang hingga jauh di langit ke Tujuh maka tekad dan usaha haruslah seluas jagad raya. Artinya jika cita-citamu setinggi langit maka kerja dan motivasi harus lebih keras.

Setiap manusia pasti punya cita-cita atau mimpi terbesar yang harus di wujudkan, yang tentunya tak cuma sekedar ada dalam khayalan. Tapi untuk mendapatkannya ada proses yang harus terealisasikan, proses yang kita lihat, kita raba serta kita rasakan pahit dan manisnya.

Beberapa orang biasanya menuliskan mimpi-mimpinya.Dan tahuka kita, sebahagian orang-orang sukses rupanya menulis mimpi mereka di sebuah buku, mereka mengurutkan mimpi-mimpi itu mulai dari yang pertama ingin mereka capai hingga yang paling besar dalam kehidupan mereka. Sebuah artikel menjelaskan. Jika kita menulis mimpi kita, sebenarnya kita telah membuat perencanaan atau skenario awal untuk apa yang kita ingin capai. Tanpa  kita sadari apa yang di tulis tersebut akan menjadi tugas hidup, sehingga menjadi amanah tersendiri dalam hidup kita. Itu akan sangat memotivasi untuk segera action mencentang mimpi-mimpi itu.

Iwel Sastra dalam bukunya Motivaction, mengibaratkan skenario mimpi yang di tulis layaknya skenario film yang akan dimainkan. Dia menjelaskan bahwa ruh dari sebuah film ada pada skenarionya. Jadi seorang sutradara bebas menulis skenario cerita tanpa batasan. Itulah kekuatan skenario, kita bisa menulis apa saja yang kita inginkan. Kitapun juga bias menjadi seorang sutradara atau penulis skenario dalam hidup kita, utamanya dalam mimpi-mimpi kita. Tetapi dalam mimpi yang kita tulis, kita adalah pemain, sutradara juga sekaligus produsernya.


Seperti itulah mimpi dan harapan, kita bisa berkhayal seluas mata memandang. Maka tulislah mimpi-mimpimu, karena secara tidak sadar itu adalah bagian dari doa, lebih tepatnya doa yang tertulis. Bukankah manusia adalah perencana tuhan sang penentu? 

Senin, 03 Oktober 2016

Biology Open Day (BODY).What is that?

(Pembukaan Body 2015)
Biology Open Day (BODY) merupakan program kerja tahunan dari Himpunan Mahasiswa Biologi (Himabio) Universitas Negeri Makassar (UNM), yang bergerak di bidang olimpiade Biologi dan Sains. Mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), hingga ditingkat Universitas.

Kegiata ini terlaksana sebagai wujud kepedulian terhadap dunia pendidikan dan untuk membuka atau memperkenalkan jurusan biologi kepada masyarakat umum dalam bentuk lomba, pameran serta pelatihan, menjadi latar belakang terlaksananya kegiatan tersebut.

Kegiatan Biology Open Day biasanya dilaksanakan antara bulan September dan Oktober, yang bertempat di Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNM.

Ketua jurusan Biologi FMIPA UNM, Musawwir Taiyyeb menjelaskan bahwa BODY pada awal pelaksanaanya bernama Biology Fair di tahun 1992, hingga berganti nama sekitar tahun 2002 menjadi Biology Open Day sampai sekarang.

Biology Fair kala itu hanya berisikan lomba cerdas cermat SD, SMP, SMA dan pameran pendidikan, namun seiring dengan perubahan nama menjadi BODY, paket lombanya bertambah, beberapa diantaranya Bio-Recycle, Story Talling, English debate, KTI, Journalist competition, Kesenian serta banyak lainnya. 

Lanjutnya, beliau menambahkan bahwa Tujuan BODY bisa dilihat dari makna kata Body yang merupakan tubuh, sehingga ada suatu hari dimana jurusan Biologi membuka diri terhadap masyarakat luas, kemudian bagaimana masyarakat dapat melihat kegiatan di jurusan Biologi, "Bagi orang tua mahasiswa bisa melihat seperti inilah Biologi, bisa kenal dosennya, dan tahu tempatnya,"Lanjutnya.

Untuk kata BODY sendiri, Dosen ahli gizi tersebut mengungkapkan, pertama kali tertarik dengan kata BODY ketika mengikuti kegiatan yang mengambil nama Open Day di La Trobe University Australia. "Saya pernah ikut kegiatannya namanya Open Day, yang merupakan kegiatan seni, olahraga, yang dilaksanakan oleh mahasiswa, dari situ saya coba mengusulkan ke pengurus himpunan untuk menganti nama Biology Fair dengan Biology Open Day sampai sekarang," Tambahnya.

(Ramainya suasana pembukaan 2015)
Sejak berganti nama 15 tahun silam, Kegiatana tahunan ini selalu mengalami peningkatan dari tiap pelaksanannnya, terbukti dari bertambahnya paket lomba serta animo peserta yang selalu mengalami peningkatan. Pada pegelaran BODY di tahun 2015 lalu, pesertanya mencapain Seribu pendaftar yang berasal dari sekolah-sekolah se Sulselbar. Untuk tema kegiatan,panitia pelaksana yang juga tak lain adalah mahasiswa aktif di jurusan biologi selalu menyuguhkan konsep kegiatan yang berbeda ditiap pelaksanaanya. 
Sehingga tak hanya berfokus pada kegiatan olimpiade, panitia pun menyiapkan berbagai stand atau booth menarik yang memanjaakan pesertanya, seperti stand berbagai komunitas kreatif,  pendidikan, sains, aneka jajanan serta tak ketinggalan stand dari sponsor kegiatan. Untuk kedepannya kegiatan ini diharapkan dosen-dosen di biologi dapat memamerkan karyanya, bukan hanya mahasiswa. Terutama di bidang penelitian.

Dan kini Biology Open Day kembali akan di helat tanggal 19-23 Oktober 2016 
Untuk info pendaftaran silahkan buka: http://himabiofmipaunm.org/



Sabtu, 01 Oktober 2016

Budaya Kekinian vs Budaya Leluhur

( Budaya. Foto: Int)
Perkembangan di Era global saat sekarang nampaknya tak hanya di gebu-gebukan oleh perkemangan Sains dan Teknologi. Namun, hampir seluruh aspek kehidupan lainnya turut andil, berlomba-lomba menuju barisan depan, terlebih sejak era pasar bebas kian diterapkan berbagai belahan dunia. Salah satunya tren Fashion, fashion saat sekarang ini telah menjadi telah menjadui budaya massal oleh para penggila di zaman serba modern ini. Bukan lagi hal yang tabu, apalagi menjadi rahasia umum. Tren Fashion sekarang menjadi milik semua orang, semua orang bebas mengekspresikan diri dan jiwanya lewat tren Fashion perlu takut terjerat pasal.

Di awal abad 21 sekarang ini. Berbagai istilah pun bermunculan untuk mendukung laju perkembangan bebas tersebut. Di Indonesia sendiri munculah kata-kata “Kekinian”. Kata-kata demikian kian populer saat sejumlah kaum muda menggunakannnya untuk mewakili keadaan yang baru dialami atau digunakan. Jika di dilihat lebih dalam di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata kekinian berasal dari induk kata ´kini´ yang berarti pada waktu ini, kemudian mendapat imbuhan (ke-) dan (-an) menjadi kekinian yang berarti keadaan kini atau sekarang. Olehnya jika di hubungkan dengan prilaku manusia berarti tren kekinian adalah keadaan yang mengikuti perubahan jaman. Baik dari segi fashion, teknologi maupun kebiasan sehari-hari.

Menurut data yang di himpun oleh Unicef dengan Kementrian Komunikasi dan Informasi, memperlihatkan bahwa dari 75 juta pengguna internet di Indonesia tak kurang dari 30 Juta diantaranya adalah pengguna remaja, itu berarti hamper setengahnya komsumsi internet di kuasai oleh kaum tersebut.
Ini memberi gambaran bahwa salah satu pemicu utama berkembangya tren kekiniann adalah dengan adanya akses internet. Namun juga pengaruh media peetelevisian tak juga dapat di kesampingkan.

Bebasnya akses untuk melihat dunia luar, tentu bukan lagi hal yang jamak jika akan ada dampak negative yang ditimbulkan. Nampaknya budaya kekinia rupanya sejalan dengan perkembangan informasi Yang sangat cepat. Olehnya tak bias di pungkiri, budaya barat atau asing sangat cepat merambah di kalangan pengguna internet di Indonesia, sebagai negara dengan penganut muslim terbesar di dunia, tentunya budaya barat ini tak sejalan dengan harapan segenap bangsa. Namun apa daya kecanggihan internet nampaknya membunuh harapan itu. bahkan di Indonesia ini telah banyak ketakutan terhadap budaya Westernisasi, atau bentuk pemujaan terhadap budaya baratyang berlebihan

Seperti yang saya kutip dari salah satu ceramah seorang ustas mengatakan, “pakaian generasi mudah seakarang ini semakin memprihatinkan, kain baju yang menutupi bagian tubuh atas semakin turun, sedangkan yang menutupi bagian tubuh paling bawah semakin di naikkan”. Memang tidak salah tetapi mungkin itu hanya berlaku bagi kaum perempuan. Untuk laki-laki sendiri, saya pernah membaca sebuah artikel, bahwa saat sekarang ini nampaknya kaum laki-laki tak banyak mengalami perubahan dalam penampilannya. Masi dengan gaya rambut yang rapi, apalagi semenjak mewabahnya tren barber Shop, yang semakin memanjakan penampilan rambut para kaum lelaki menjadi tampak rapi  dan elegant.

Anehnya, di kalangan beberapa golongan masyarakat, justru jika tidak mengikuti tren fashion yang kebanyakan berkiblat ke barat, malah di sebut ketinggalan jaman dan dan tidak mengikuti berkembangan zaman. Nah inilah paham yang menurut saya salah, “jika harus berkembang masa kita harus mengikuti gaya barat, sementara perkembangan dunia dan teknologi tidak hanya berkembang di barat, di Indonesia pun juga turut berkembang. Jadi so….? What is your choice.”
Setiap promosi iklan pariwisata, selalu digebu-gebukan istilah “Indonesia Kaya Akan Budayanya”. Iya memang benar adanya

Setidaknya lebih dari 20 puluh suku di Indonesia serta lebih dari 100 kebudaya yang terbentang dari sabang sampai Merauke. Tetapi yang menjadi permasalahan dan sangat disayangkan, seiring dengan perkembangya zaman, banyak budaya mulai dilupakan. Banyak dari warga Indonesia yang menurut dirinya hidup di zaman modern tak lagi mengenal budayanya. Sehingga tak di pungkiri jika banyak budaya kita di curi oleh negara lain, utamanya negara-negara tetangga.

Sementara di lain sisi, kasus yang kontroversial pun terjadi ketika salah satu rombongan Jamaah Haji dari salah satu kabupaten di Sulawasi Selatan, Kabupaten Sidenreng Rappang, merayakan kepulangannya dari Baitullah dengan mengenakan pakaian yang menurut sebagian orang adalah sesuatu yang lucu dan bahkan menjadi bahan cemohan dan tawaan bagi para netizen. Hal ini kemudian sangat menjadi Viral ketika banyak media memberitakan hal tersebut. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan pakaian tersebut jika di hubungkan dengan tuntutan berpakaian yang islami, pakaiannya tertutup dan juga telah menjadi budaya leluhur atau chiri khas daerah tersebut. Ini adalah persoalan budaya dan tradisi, bukanka dengan menghargai budaya bangsa itu akan semakin maju?

Syahdan pakaian tersebut memang telah disiapkan sebelum pemberangkatan ke tanah suci, namun baru akan dikenakan setelah tiba kembali di tanah air. Pakaian yang mereka kenakan merupakan salah satu chiri pakaian adatb Bugis yang biasa di sebut talulung dan Sarampa.

Tamu-tamu mulia Allah ini saya rasa tak punya niat lain kecuali hanya untuk meluapkan kegembiraan mereka selepas berhaji dan kembali selamat ke tanah air. Tapi yang terjadi malah sebaliknya, di saat mereka menyambut kegembiraan itu, justru kekejaman social media yang membebaskan untuk berkomentar apapun, justru mengakimi mereka dengan cemohan. “Terlalu berlebihan, Ledasyeng…elo maneng yaseng.. pake maneng ulawemmu..norak…” komentar salah satu netizen yang mengomentari dalam bahasa Bugis yang menurutnya hanya ingin pamer dan norak. Komentar lain juga mengatakan itu hanya seperti orang gila, “gilani koyok opo aenotak bgt kayak wong edan ayarang   bukane cantic mlh kyk orang gila,” kata Netizen lain. Namuntaka sedikit yang membelah seperti komentar ini, “Tdk baik menghina seperti itu. mereka2 hanya ikut tradisi aja turun temurun. Tugas andalah yang mengerti dan menjelaskan tuntunan sebenarnya.”

Jika nilai budaya saja telah di celah maka kemana lagi bangsa ini mencari kekayaan kedepannya, jika budaya sudah ditinggalkan maka siapa lagi yang akan membuktikan jika negara ini adalah kaya dengan budayanya. Pantaslah budaya kita seringkali di klaim negara lain karena pengahargaan di negara sendiri sudah berkurang.