Rabu, 28 September 2016

Setetes Cerita Dari Centre Point of Indonesia





Perjalanan saya dimulai salah satu rumah, tempat saya bersama Delapan orang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi Negeri di Makassar, UNM. Kedatangan kami di kota yang termashur karena Kalong itu, tiada lain adalah menjalankan tri darma perguruan yang ketiga, yaitu pengabdian kepada masyarakat bersama dengan 83 mahasiswa lainnya yang tersebar di 10 posko Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Awan manis di pagi Rabu rawit nampaknya tak segalak Selasa kemarin. Di rumah yang hampir 90 persen bahan utamanya kayu ini. Setetes Cerita perjalanan dan Sejarah akan saya bagi. Namun, bukan dari bagian tugas saya sebagai mahasiswa yang melaksanakan KKN di kabupaten tersebut. Melainkan salah satu kesempatan berharga bagi saya untuk menginjakkan kaki di salah satu tempat paling bersejarah, namun masih kurang terkenal sebagai sejarah oleh negara berpenduduk lebih dari 200 juta jiwa ini.

Sejatinya, Desa Umpungeng adalah salah satu desa yang terletak di kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng.

Jika Desa Iboih Ujung Ba’u Kecamatan Sukakarya Sabang, bangga sebagai titik nol Kilometer Indonesia, serta Distrik Sota di Merauke sebagai titik terjauh atau titik paling timur Indonesia memang sudah tak asing lagi di mata masyarakat, bahkan ke dua wilayah ini telah menjadi satu kesatuan yang kadang orang menyebutnya “Dari Sabang sampai Merauke”, takkalah sebuah lagu “Dari Sabang sampai Merauke” di ciptakan oleh seniman bangsa R. Soerardjo untuk kesatuan dua tempat ini. Kemudian di era pemerintahan BJ. Habibie, dibangun sebuah tugu di masing-masing tempat tersebut untuk menandai titik Barat dan Timur Indonesia (1997). Namun lain tempat lain cerita, kali ini adalah sebuah Desa bernama Umpungeng. Jika di ibaratkan pada manusia, ujung rambut menusua itu adalah Sabang dan ujung kakinya adalah Merauke, sehingga Pusarnya mungkin bisa saya paradokskan  adalah Desa Umpungeng.

Akhir-akhir ini nama Umpungeng, kian tersohor dan banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara, untuk melihat salah satu situs Megalitikum bersejarah (Garugae) yang diyakini sebagai Centre Point of Indonesia, atau titik tengah atau nol derajat dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dari Ibukota kabupaten Soppeng, bersama Pak Ukkas, salah satu anggota kepolisian polres Soppeng, mengendarai mobil pribadinya menekan gas bergeser ke arah selatan. Untuk sampai di Umpungeng, ada beberapa jalur yang bisa ditempuh, salah satunya dengan masuk melalui kecamatan Marioriwawo dan dilanjutkan dengan kendaraan bermotor menuju Desa Umpungeng. Juga, opsi lain dengan masuk di desa Umpungeng tepatnya di dusun Jolle, dengan berjalan kaki sekitar 4 jam melewati pegunungan yang banyak ditumbuhi oleh pohon Aren dan Pinus.

Namun kali ini, saya bersama pak Ukkas yang juga selaku Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) sedikit mengerucut ke arah barat sejauh 20 KM melewati kecamatan Liliriaja dan Marioriwawo yang merupakan jalur opsi pertama. Setelah sampai di gerbang masuk Umpungeng, perjalanan nampaknya belum sepenuhnya berakhir, akan tetapi titik star baru saja dimulai. Melanjutkan perjalanan menempuh jarak sekitar 17 kilometer melewati pegunungan dengan sebuah ojek trail. Hanya ada satu jalan yaitu merogoh kocek sebanyak Rp100 untuk menyewa ojek. Ojek-ojek tersebut merupakan ojek khusus, yang memang hanya melayani perjalanan ke dusun Umpungeng. Tak seperti motor pada umumnya, motor jenis bebek yang digunakan Tersebut telah dimodifikasi layaknya motor trail.

Memulai perjalanan sebaiknya anda berdoa terlebih dahulu, serta memakai perlengkapan yang aman seperti sepatu, jaket, helm, topi dll. Berhubung perjalanan  cukup menantang dengan jalanan bebatuan licin ditambah jalur pendakian dan penurunan dengan kemiringan rata-rata 60 derajat. Selama perjalanan sesekali mata akan dimanjakan dengan deretan pohon Pinus yang menjulang ke langit, membawa suasana sejuk hutan Pinus sepi. Sesekali mata kita nyalang menyaksikan petani-petani yang sibuk menyadap getah Pinus dengan irisan melingkar di batangnya. Patani getah Pinus merupakan salah satu pekerjaan minoritas penduduk setempat. Hasil olahan getah Pinus yang umum kita kenal adalah gondorukem dan minyak terpentin. Minyak terpentin biasanya digunakan sebagai pelarut untuk mengencerkan cat minyak, bahan campuran vernis yang biasa kita gunakan untuk mengkilapkan permukaan kayu. Aroma terpentin harum seperti minyak kayu putih, karena keharumannya itu terpentin bisa digunakan untuk bahan pewangi lantai atau pembunuh kuman yang biasa kita beli, tapi ada lagi kegunaan lain dari terpentin sebagai bahan baku pembuat parfum, bahan campuran minyak pijat. Salah satu bahan tambahan pembuatan permen karet sehinga menjadi kenyal dan lentur. Gondorukem sebagai hasil dari olahan getah pinus dapat dimanfaatkan antara lain, Industri Batik, Industri kertas, dan Industri sabun. Hutan Pinus di Soppeng menjadi yang terluas ke Tujuh setelah Tanah Toraja, Bone, Sinjai dan beberapa daerah lainnya di Sulawasi Selatan dengan luas 2.745 ha.


(Dusun Umpungeng Dari Kejauhan. Foto: Rijal 2016)
Dan akhirnya Welcome to Centre Point of Indonesia. Perjalanan sepanjang 17 KM memakan waktu kurang lebih Dua jam, berakhir dan dibayar tuntas dengan pemandangan nan indah dari puncak gunung, gugusan lereng-lereng pegunungan memutari puncak Umpungeng dipadu suhu dingin dan angin sejuk ”titik nol“ (begitu orang-orang menyebutnya) yang begitu bersahabat dan memanjakan. Sebuah tumpukan batu-batu cadas yang telah berwarna hitam seakan mewakili umurnya yang sudah ratusan tahun tinggi sekitar Tiga meter tersusun apik membentuk sebuah lingkaran tampak kokoh alami. Di atasnya terdapat jejeran batu melingkar, kira-kira besarnya menyerupai drum. Disalah satu sisinya terdapat sebuah batu tersusun menyerupai kursi yang di yakini sebagai tempat duduk utama.
( Kursi Pemimpin Rapat/ Raja. Foto: Rijal 2016)

(Foto: Rijal 2016)
Syahdan barulah di tengah-tengah lingkaran batu tersebut terdapat batu yang timbul dari dasar tanah dengan diemeter sekitar 50 cm, diyakini sebagai (Posi’na Tanae) dalam Bahasa Indonesia adalah pusar tanah. Yang tiada lain adalah titik tengah atau titik nol derajat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Asal mula diketahuinya bahwa situs megalitikum (Garugae-Red) di Desa Umpungeng, belakangan ini menurut cerita warga setempat karena berkat adanya salah satu warga asli Umpungeng yang konon katanya telah bekerja disalah satu perusahaan di Jakarta, beliaulah kemudian mempromosikan daerahnya dan belakangan mengukur dengan perhitungan titik koordinat, menemukan bahwa keyakinan para leluhur masyarakat Umpungeng jika pusat tanah, dalam artian pusat dari Indonesia tertanya betul. Setelah itu munculah beberapa mahasiswa dari berbagai Universitas yang melakukan penelitian terkait hal tersebut dan membuktikan bahwa pusat atau titik tengah dari Indonesia adalah desa umpungeng yang berada di Kabupaten Soppeng Sulawasi Selatan. Namun berbeda dengan tuguh kembar yang ada di sabang dan Merauke, di Umpungeng kita tidak akan menemukan tuguh apalagi tulisan dari keramik yang menyatakan titik nol derajat, kita hanya akan menemukan sebuah batu yang seakan muncul daru dasar tanah yang konon katanya, menurut cerita rakyat Umpungeng, Batu tersebut jika digali maka tidak akan pernah kita dapatkan dasarnya. Situs tersebut pun menjadi sangat disakralkan oleh masyarakat disana, tak salah bila pengunjung jika ingin melihat lebih dekat situs Garugae,  maka harus melepas alas kaki, dan sangat di himbau untuk tidak mengucapkan kata-kata kasar saat berada di kawasan tersebut. Dengan kesakralan tersebut menurut cerita, masyarakat menolak jika nantinya akan dibangun sebuah tugu besar, karena hanya akan merusak salah satu peninggalan leluhur mereka.
    
     

     
( Batu yang dikenal sebagai Posi'na Tanae atau Pusar Tanah alias Titik Tengah Indonesia. Foto-Rijal 2016 )
Lanjut cerita, Kisah Garugae menurut hikayat masyarakat Umpungeng, “dahulunya merupakan tempat pertemuan para raja-raja untuk mengadakan rapat. Dan cerita tersebut kian melekat di msayarakat umpungeng hingga di kabarkan bahwa Arung Palakka yang tidak lain adalah raja Bone pun pernah bersembunyi di sana ketika mendapat serangan dari Belanda,” Terang salah seorang tokoh masyarakat disana.

Kemudian penelusuran saya kembali berlanjut, kini saya mendapat keterangan lain lagi dari masyarakat Umpungeng yang saya lupa namanya. Menurutnya, Desa ini dahulunya hanya di huni oleh beberapa orang saja, yang satu rumpun. Namun lama kemudian telah banyak pendatang. Akan tetapi, jaman kemerdekaan Republik Indonesia baru saja diraih, musibah melanda masyarakat Umpungeng. Konflik antar masyarakat pada saau itu membuat daerah tersebut sangat mencekam dengan banyaknya korban jiwa akibat perang saudara. Sehingga semua masyarakat satu persatu meninggalkan daerah tersebut dan mengungsi ke daerah lain. Akibatnya daerah ini menjadi tak berpenghuni selama beberapa tahun hingga konflik kian meredah. Barulah pada tiga tahun berikutnya, masyarakat suku asli umungeng kembali berbondong-bondong menghini daerah tersebut, karena tuntutan lahan pekerjaanyang dulunya mereka tinggali. Dan pendudu pun kian bertambah hingga saat sekarang ini dengan puluhan kepala keluarga. Sejauh penglihatan saya, Dusun Umpungeng baru memiliki fasilitas seperti Masjid, dan sebusah sekolah dasar. Untuk penerangan sendiri, masyarakat disana hanya mengandalkan PLTA yang hanya berfungsi ketika musim penghujan tiba.

Inilah sedikit kisah perjalanan saya menuju Titik Tengang Indonesia yang ada di Dusun Umpungeng Desa Umpungeng Kabupaten Soppeng, dengan setetes sejarah klasik daerah tersebut. Perjalanan saya kesana tidaklah sendirian, namun ada ratusan orang yang juga berada di sana untuk mengikuti ataupun menyaksikan sebuah acara Pelantikan  Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) oleh bupati baru yang menjabat sekarang. 

Harapannya dengan banyaknya stuktur pemerintahan yang menginjakkan kaki dan merasakan bagaimana susahnya perjalanan  untuk sampai disana, akan ada banyak kebijakan-kebijakan baru demi kesejahtaraan masyarakat Umpungeng. Untuknya, marilah kita menjaga kesatuan bangsa ini, jangan biarkan jatuh di tangan asing, karena setiap daerah di Indonesia itu unik, unik karena punya sejarah dan budaya masing-masing. Itulah mengapa hanya di negeri ini yang lain tempatnya lain juga ceritanya.

Bangga Lahir di Indonesia, Bangga jadi warga Indonesia dan Bangga Punya Indonesia.


Selasa, 27 Oktober 2015

Apa Itu Sumpah Pemuda

                                                             SOEMPAH PEMOEDA

- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA

          87 Tahun silam, tepatnya 28 Oktober 1928. kurang lebih 80 pemuda Indonesia yang tergabung dalam suatu kongres pemuda memprakarsai tonggak awal berdirinya suatu negara yang disebut Repoblik Indonesia dan di situ pulahlah dijadikaan sebagai awal mulanya pergerakan pemuda di indonesia yang menjadi pengontrol dan pendobrak rezim penguasa yang tidak sehat. itulah "SUMPAH PEMUDA".
        Teman-teman pemuda, teman-teman mahasiswa, sang proklamator (Ir. Soekarno) perna berkata "jangan tanyakan apa yang bangsa ini berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang kamu berikan kepada bangsa". tak perlulah kita bertindak lantang di jalan yang sebenarnya hanya merugikan negeri ini, tapi lakukanlah apa yang terbaik untuk negeri ini. menulislah untuk perubahan, bekerjalah untuk kesejahteraan, dan membacalah untuk kemajuan.

                           SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA 28 OKTOBER 2015

Selasa, 03 Maret 2015

Seru Di Akhir Perkuliahan

Rasa yang begitu bersemangat ketika hari itu merupakan perkuliahan perdana yang akan di lakoni pada semester empat ini, tidak ada yang manyangka angkatan 2013 saat ini telah memasuki semester dimana benyak kalangan beranggapan, mahasiswa seutuhnya itu terdapat di semester genap tersebut.

Alasannya beragam, banyak jurusan menjadikan semester empat sebagai semester yang paling sibuk dan paling susah, ibarat mendaki sebuah gunung tinggi maka kita sedikit lagi manggapai puncaknya.

Di semester yang merupakan puncak kesibukan dengan tugas-tugas dan praktikum ini saya mencoba mentaktisinya dengan memprogram Tujuh mata kuliah saja dari Delapan mata kuliah yang di tawarkan, Bukan tanpa alasan jika kita terlalu banyak memprogram mata kulia lalu kita tidak bisa memaksimalkan semuanya maka akan berdampak buruk dengan IPK, sebaliknya meski sedikit yang MK di program namun bisa memaksimalkannya makan IPK juga bisa bagus. Namun itu hanya langkah kedua jika kita memang tidak yakin tidak bisa memaksimalkannya, karena banyak program dan maksimal itulash yang paling bagus.

Hari yang begitu sibuk untuk memulai pagi itu, bagaimana tidak, ada empat mata kuliah yang bertengger di jam-jam rumit hari. yaitu 07:30 AM, 09:00 am, 11:00 pm dan 13:00 pm.

Di pelejaran pertama tidak terlalu mengesankan menurut saya, bahka tidak ada susuatu hal yang bisa saya ambil pelajaran dari mata kuliah tersebut, bagaimana tidak jika dosen pengampuh MK tersebut tak menampakkan wajahnya sampai akhir jam pelajarannya, alias akita gak masuk ngajar.

kata teman-teman saya jika di jam pertama dosen tidak masuk maka itu adalah anugrah, mengapa anugrah? karena tidak sedikit mahasiswa bila kuliah pagi mereka sudah sarapan atau mengisi perut, nah kesempatan tidak masuk dosenlah ini di manfaatkan dengan menyerbu kantin-kantin ngisi perut.

Biasanya sih bukan makanan berat, cukup dengan jalangkote, resolles, sebungkus roti dan teh gelas. atau jika punga stok lebih mereka bisa membeli nasi kuning.

Jam perkuliahan kedua berlangsung, mata kuliahnya adalah Biologi Statistik Dasa, tak terlalu bosan dan tak terlalu susah dengasn mata kuliah ini.

yaa kenapa saya bilang tak susah karena pada hari itu hanya ada agenda kontrak kuliah. Kontrak Kuliah adalah pernajian mekanisme perkuliahan mulai dari proses pembelajaran, penilaiandan kesepakatan-kesepakatan lainya yang di didkusikan lalu di sepakati bersama antara dosen pengajar dan mahasiswa. ini dilakukan pada saat pertemuan pertama di awal semister.

Tak ada waktu istitarah seperti siswa SD, dosen selanjutnya pun masuk, wajah mahasiswa yang lain seolah jengkel dan cemberutk tak di beri ruang untuk bernapas di pergantian jam.

Mata kuliah wajib rupanya, dosennya juga seorang Prof yang pastinya punya ketelitian dan konsentrasi tingi alam membawakan materi kuliah, jika sudah begitu maka haru punya konsentrasi penuh untuk yang satu ini.

salam dan syukur kepada tuhan Yang maha esa, membuka perkuliahan yang tampaknya menarik dengan sedikit pengetahuan dsar kongkrit.

Waktu menunjukkan pukul 12:00 pm. Namun cuaca panas seakan bersinergi dengan rasa ngantuk itu sudah mulai tampak, sebagian mahasiswa yang mengaku begadang di malam harinya sudah terlihat tak setengah sadar. membuat semangat sedikit di bawah dari sebelumnya.

Dosen pun menjelaskan beberapa materi penting karena merupakan pertemuan ke dua, Tiga SKS (Standar Kompetensi Lulusan) rupanya, sangat di sayangkan jika melakukan kesalahan pada saat itu. sedikit tak bisa menahan rasa kantuk membuat konsentrasi mulai pudar. itulah yang saya rasakan sampai menjelang akhir pembelajaran.

Namun ada yang menarik yang tiba-tiba membuat mata seakan bergairah, saraf-saraf seakan tegang membuat otot-otot mulai bersemangat. Di akhir pembelajaran dosen membuka sesi pertanyaanyang kemudian melemparkan pertanyaaan  itu kepada mahasiswa sendiri untuk di tanggapi, kemampuannya mengaktifkan forum diskusi hidup seakan memutar konsentrasi dan semamnagt kami 160 derajat lebih baik, dengan nilai plus bagi penanya dan yang menjawab membuat peserta bersemangat berdiskusi di akhir perkuliahan

perintah berdiri dari tempat duduk seakan melatih kami untuk berani berpendapat di muka umum, tipe meminta tanggapan dan jawaban lain sebanyak lima orang kepada peserta lainya seakan membuat kami lebih berpikir dan berlomba berpendapat, kesempatan yang merata dan balik menangapi sangat terlihat bahwa dosen tersebut ingin membuat mahasiswanya berani dan mampu, membuatnya mendapat penilaian yang baik dengan gelar Profesornya. mengumpulkan pendapat dari hasil diskusi singkat kemudian mengambil kesimpulan yang muda di mengerti. inilah tipe pangajar yang ideal dan sempat mengatakan kalimat "SURU DI AKHIR PERKULIAHAN" keada salah seorang teman.

Hal inilah yang membuat saya sedikit bercerita tentang pengalaman belajar, mungkin sangat sederhana jika kita menelaah ke tugas dan fungsi wajip seorang pendidik. tetapi bukan opini  jika jaman sekarang telah banyak membuat pendidik tak menjalankan sepenungya kewajiban tersebut, semoga apa yang saya dapatkan ini masih merupakan yang berjalan di koridor kewajibannya. Wassalam....

Senin, 09 Februari 2015

Asal Muasal Universitas Negeri Makassar













Tahukah Anda...!!! Universitas Negeri Makassar (UNM) dulunya merupakan cabang dari Univeritas Hasanuddin (UNHAS), lebih tepatnya merupakan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNHAS pada tanggal 1 Agustus 1961-31 Agustus 1964 dan kemudian memisahkan diri. sementara itu Universitas Hasanuddin merupakan anak dari Universitas Indonesia (UI), yaitu merupakan Fakultas Ekonomi UI.

Tips Move On Ala Mahasiswa


Berbicara masalah MOVE ON dan MAHASISWA, tentunya kata ini punya pengertian yang berbeda. Pasti sudah banyak yang tahu pengertiannya, tapi tidak ada salahnya kita singgung kembali.
Deri buku maupun artkel yang perna saya baca, MOVE ON itu merupakan bahasa serapan dari bahasa Inggris, yang artinya move alias pindah. Namun dijaman sekarang ini banyak orang mengasumsikan kata ini seperti pidah kelain hati, melupakan sesuatu, pidah ke lingkungan baru, melupakan kenangan yang di anggap buruk, melupakan seseorang dan lainnya. Untuk zaman sekarang istilah MOVE ON  lebih banyak digunakan oleh kaum remaja dan kebanyakan di gunanakan pada masalah percintaan. Sebenarnya MOVE ON memiliki pengertian yang luas, tidak hanya masalah percintaan namun tergantung kepada orang yang mengasumsikannya kedalam kehidupan sehari-hari.
Berbicara mahasiswa, kalian pasti sudah tau apa sih itu mahasiswa ?
Menurut pengertian dasarnya mahasiswa adalah orang-orang yang terdaftar di perguruan tinggi maupun instansi dan mengikuti pendidikan tinggi. Nah mungkin banyak juga yang  pernah dengar bahwa mahasiswa itu merupakan kaum intelektual, atau kaum yang memegang predikat MAHA atas kesiswaannya. Namun di masa kini telah banyak yang mengalami pergeseran makna tentang mahasiswa, penyebebnya sih bermacam-macam, mulai dari tauran, bentrok dengan polisi dan lainnya yang membuat citra mahasiswa semakin buruk.
Tapi selain hal di atas mahasiswa juga punya kehidupan asmara,cieee....!
Nah mungkin banyak yang bilang mahasiswa kalo pacaran itu setia dan serius, soalnya pemikiran mereka sudah dewasa. Hahahaha.... siapa bilang! Justru saya mengenggap sama saja dengan anak SMP dan SMA, tapi mungkin tipe pacaranya yang berbeda alias lebaynya sudah berkurang. Tak beda dengan anak SMA. Lama pacaran mahasiswa pun juga kadang banyak yang relatif pendek. Pasti sudah ada yang bisa nebak!!!....ada yang jawab 2 bulan, 4 bulan, 2 semester atau mungkin cuma mingguan.
Yah itulah pacaran tidak pernah memandang status atau usia, dia bisa datang dan pergi kapan dia mau (kalimat lebay). Tapi berbicara masalah MOVE ON nih, mahasiswa punya cara tersendiri.
Tentunya berbeda dengan cara anak SMP maupun anak SMA, sebagai kaum yang mendapat gelar MAHA saya punya tips-tips nih buat kalian yang mau MOVE ON dengan ala mahasiswa.
1.       Jangan mengingat untuk melupakan

Nah paling pertama yang wajip anda lakukan adalah jangan perna mengingat orang tersebut. Dan jangan pernag sekali- sekali kalian selalu menggunakan kata “saya ingin melupakan dia” apalagi selalu mengulang kata tersebut di pikiran kalian, karena secara tidak langsung anda anda mengingat orang tersebut untuk dilupakan sehingga kalian mengingatnya lagi, dan itu akan mempersulit kalian untuk lupa. Tentunya sih tidask dengan cara instan dengan benturin kepala sampai lupa ingatan :D.
2.       Ikut kegiatan kepanitiaan, forum diskusi,  maupun organisasi

Biasanya dengan mengikuti kegiatan seperti di atas akan membantu anda melupakan orang tersebut, karena dengan ikut kegiatan seperti itu tentunya akan membagi konsentrasi anda dan mulai memfokuskan pikiran kepada kegiatan tersebut, seperti dengan adanya tanggung jawab di kepanitiaan acara, maka anda akan lebih banyak memikirkan hal itu apalagi jika kegiatan yang besar. Nah dengan demikian kalian pasti lupa dengan masalah kalian.
3.       Tidak update status dan Dengar lagu galau

Nah mungkin ini rumit buat kalian, tapi tidak adah salanhya dilakukan. Jika anda sering update status tentang masalah kalian maka pasti anda akan teringat dengan masalah tersebut dan otomatis anda mengingat orang tersebut. Juga jangan selalu mendengarkan lagu-lagu yang sedih atau lagi galau, karena meski kamu berusakha melupakan tapi pikiran otak kamu akan merespon hal tersebut untuk merefresh pikiran kamu untuk mengingat si dia.
4.       Curhat

Biasanya nih kalo ada orang putus dengan pacarnnya, itu tidak afdol jika tidak menceritakan masalahnya dengan teman terdekat. nah saya saranin hal ini supaya di dalam pikiran kalian itu tidak ada yang tersumbat, silahkan ceritakan masalah kalian dengan teman dekat  sampai legah. Dengan begitu kalian akan merasa legah dan memulai pikiran positif.
5.       Sibuk dengan tugas dan laporan

Di jurusan-jurusan yang banyak tugas dan laporannya itu sangat bagus dengan cara ini, seperti di jurusan pada fakultas KEDOKTERAN,MIPA, FARMASI, KESEHATAN, TEKNIK. Jangan mengeluh jika banyak laporan dan tugas.
6.  Kembangkan Hobbi



Ataupun jika kalian hobbi menulis, masak, ngelukis, otomotif, olahraga dll, maka lakukanlah hal tersebut dengan fokus. Mulailah sibuk dengan urusan tersebut sehingga pikiran anda betul-betul membelok kepada hal tersebut. Dengan demikian anda akan lupa dan membuka pikiran yang baru. Kan jika kalian fokus denga tugas dan laporan tentunya itu baik karna bisa jadi kalian dapat nilai bagus jika hal tersebut di buat sebagus mungkin. Siapa tau jika kamu fokus di situ kamu bisa jadi pelukis terkenal atau likisan kamu banyak disukai orang.
7. Jangan mengurung diri di kos atau rumah

Nikmatilah hidup anda, ajaklah teman- teman terdekat untuk jalan dan bersantai, seperti nonton, main fitsal, nongkrong di warkop, main PS, atau dengan melakukan touring wisata ke beberapa daerah yang menurut anda bagus untuk di kunjungi. Karna hidup itu terlalu mubazzir tanpa menikmati dan mengagumi ciptaan tuhan.

Itulah beberapa tips MOVE ON ala mahasiswa untuk teman-teman, semoga bermanfaat dan tentunya bisa membantu kalian. Ayo semangatkan hidupmu, jangan biarkan masalah membuat kewajiban kita terbengkalai.
Tapi saran saya “jika masi bisa ada kata pertemanan mengapa kita harus memutus tali silaturahim, dan  buat apa kita pacaran jika pertemanan bisa lebih mengakrapkan”.

Sekian...wassalam....

Minggu, 25 Januari 2015

Pembukaan DJAa Akan Suguhkan Konsep Entertaiment



Pembukaan DJAa Akan Suguhkan Konsep Entertaiment
Diklat Jurnalistik Abu-abu (DJAa), oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Profesi UNM Februari mendatang, di pastikan akan banyak menarik perhatian publik utamanya dikalangan mahasiswa, pasalnya kegiatan ini akan mengusung konsep Entertaiment di pembukaannya acara, guna menarik semangat dan minat peserta dalam mengikuti pelatihan jurnalistik.
Kegiatan yang dilaksanakan selama lima hari ini rencananya akan di buka langsung oleh Rektor UNM, Aris Munandar. Setelah itu para peserta akan disuguhkan dengan berbagai macam hiburan dan berbagai fasilitas.
Menurut Steering Committee, Muhammad Hasim Arfah, “pokoknya pembukaan nanti kita akan buat semeriah mungkin, tentunya dengan konsep full entertament, karena kesan pertama itu sangat menentukan minat peserta dalam mengikuti kegiatan ini, jika pembukaan kita berikan yang meriah maka tentunya peserta akan semakin semangat dan tertantang untuk ikut di kegiatan selanjutnya”, ungkapnya.
Lebih lanjut ia mengharapkan kepanitiaan bekerja maksimal agar acara ini bisa sukses dan semakin besar di tahun-tahun berikutnya.

Rabu, 21 Januari 2015

Sejara Bilic (biology literation community)



SEJARAH BILIC
        Biology Literation Community (BILIC) merupakan Komunitas yang bergerak di bidang literasi  yang berada di bawah naungan jurusan biologi, dengan tujuan sebagai penyedia buku bacaan dan informasi bagi warga biologi. Di mulai pada tanggal 29 Maret 2014 berdasarkan keputusan dari semua ketua tingkat di jurusan Biologi angkatan 2013 di bawah bimbingan bidang V HIMABIO, yaitu bidang Advokasi sepakat membentuk sebuah wadah baru bagi warga biologi untuk menyalurkan kreativitas mereka dibidang literasi, yang diberi nama TAMAN BACA BIOLOGI (TBB) dengan mengagas kegiatan taman baca seminggu sekali. pada tanggal 25 Juni 2014 melalui beberapa pertimbangan dari pengurus sementara dan bidang V HIMABIO FMIPA UNM Taman Baca Biologi berubah nama menjadi Biology Literation Community (BILIC) yang merupakan nama usulan dari Murni. Hal ini di maksudkan agar kegiatan ini betul-betul menjadi suatu komunitas yang lebih mengarah pada bidang lieterasi.
       Sejarah barupun tercipta di jurusan Biologi FMIPA UNM dengan terbentuknya suatu komunitas yang bergerak di bidang literasi dengan tujuan yang sangat baik dan jelas. Yaitu, ingin menghidupkan kembali semangat berliterasi di kalangan mahasiswa. Dengan di wadahi oleh beberapa orang yang mempunyai hobby dan tekat yang sama di bidang literasi kominitas inui mulai mengembangkan sayapnya dengan melakukan berbagai kajian dengan mendatangkan pemetari-pemateridari ruang lingkup biologi maupun dari luar kampus.Di bawah bimbingan bidang V HIMABIO setelah beberapa hari berjalan mulailah di bentuk suatu struktur kepengurusan di suatu rapat kepengurusan di kantin FMIPA dengan menetapkan Ahmad Setiawan Jarigau sebagai ketua umum, Suhardani Taufiq sebagai sekretaris, Hilmiah sebagai bendahara dan di bentuk tiga devisi yaitu kajian yang diisi oleh: Anta Faizin, Rijal Ashari, Dwi Haevawanti, Andi Dita Tawakkal Gau.devisi karya cipta yang diisi oleh: Murni, Miswar, Lily Setiawati, Hasriana, dan devisi wisata literasi yang diisi oleh Abdul Jalil, Mauliani, Nur Alvia. sementara yang mengisi bagian IT adalah Nur Asma
        Ada banyak masalah yang sering bermunculan dalam sistem kepengurusan ini mulai dari proker yang kadang tak berjalan dengan semestinya, masalah keseriusan pengurus dalam berkegiatan hingga masalah pendanaan. Namun, kerja keras dari beberapa pengurus dan bidang advokasi yang terus menggenjot komunitas ini. Karena mendirikan sebuah komunitas itu tak semuda menjalankan komunitas yang sudah ada sebelumnya,setelah kurang lebih tiga bulan berjalan mulailah beberapa program kerja yang terlaksana yaitu quote of the week,pengadaan buku Binomial nomenclature untuk mahasiswa baru,mengikuti wisata literasi dan mengadakan kajian dengan mendatangkan pemateri yang handal di bidang literasi,Namun lagi-lagi semangat literasi yang di miliki oleh para pengurus perlahan mulai luruh kembali di karenakan berbagai alasan seperti banyaknya tugas kuliah dan kegiatan di jurusan Biologi yang mengharuskan mereka harus aktif didalamnya.rapat pun beberapa kali di lakukan namun hasil tetap sama karena tidak ada komitmen dari teman-teman pengurus untuk membesarkan komunitas ini.

       Pada tanggal 20 Oktober 2014 kegiatan basar tahunan di jurusan Biologi dilaksanakan yaitu Biology Open Day (BODY). Dan kesempatan besar pun diambil Bilic dengan bekerja sama dengan salah satu perusahaan penerbit MIZAN untuk mengadakan bazar buku dan taman baca.ternyata respon pengunjung body  sangat bagus dengan adanya kegiatan yang mereka lakukan terbukti dengan banyaknya pengunjung yang datang di stan mereka untuk membaca maupun membeli buku, kemudian pada tanggal 23 Oktober di tahun yang sama pengurus kembali mengadakan rapat evaluasi sekaligus pemantapan program kerja dengan tujuan-tujuan yang jelas pada setiap keputusannya, dengan mengambil bulan November sebagai bulan program kerja pertama dari semua devisi utamanya devisi kajian yang petama kali menjalankan program kerjanya dengan membuka lapak baca di halaman kampus FMIPA UNM.Dan juga diikuti oleh semua devisi, “semoga satu langkah kaki kedepan akan di ikuti juga dengan langkah kaki lainya” karena dibalik suatu kerja keras tentunya ada tujuan besar yang ingin dicapai.selam literesi...semangat literasi...!!!